Gianyar, Media Suara Hindunesia — Upaya memperluas simpul pelayanan dan mengangkat marwah peradaban Hindu ke kancah global kembali mencatatkan langkah strategis. Ketua Umum Dewan Koordinator Nasional (Dekornas) Pusat Koordinasi Hindu Indonesia (Puskor Hindunesia), Ida Bagus K. Susena, menggelar pertemuan khusus bersama Duta Besar India untuk Indonesia, H.E. Sandeep Chakravorty.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh kehangatan tersebut diselenggarakan di Hotel Asiwa Swiss-Bell Inn Resort, Tegalalang, Ubud, Gianyar, Bali. Agenda ini menjadi momentum awal untuk membuka kran komunikasi bilateral tingkat kelembagaan serta menjajaki berbagai peluang kolaborasi jangka panjang antara Puskor Hindunesia dan Kedutaan Besar India di Jakarta, mencakup ranah sosial, budaya, pendidikan, kemanusiaan, ekonomi, hingga pertukaran antarmasyarakat (people-to-people contact).
H.E. Sandeep Chakravorty merupakan Duta Besar India untuk Indonesia yang aktif memimpin misi diplomatik di Jakarta. Dalam berbagai agenda bilateral kedua negara, diplomat senior ini dikenal sangat getol mendorong penguatan kemitraan strategis India–Indonesia, mulai dari perdagangan, investasi, pariwisata, kesehatan, hingga penelusuran akar kebudayaan bersama (shared cultural heritage).
Menghidupkan Jembatan Peradaban dan Sinergi Keumatan
Dalam pertemuan tersebut, Ida Bagus K. Susena memaparkan rekam jejak, visi, serta kiprah Puskor Hindunesia yang telah menapaki perjalanan pengabdian swadaya selama 23 tahun di Tanah Air. Berakar dari gerakan moral barisan Relawan Dharma sejak 25 April 2003 dan resmi berbadan hukum nasional pada 2015, Puskor Hindunesia konsisten mendedikasikan gerakannya untuk pembelaan keumatan, kepedulian sosial-kemanusiaan, serta pembangunan jaringan pelayanan Dharma di berbagai penjuru Nusantara.
Susena menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sebatas seremonial silaturahmi diplomatik, melainkan pintu masuk strategis untuk merevitalisasi hubungan historis dan peradaban panjang antara Indonesia dan India ke dalam wujud kerja sama riil.
“Pemberdayaan umat Hindu di Indonesia akan jauh lebih berdaya guna ketika seluruh sumber daya Hindu dapat berkumpul, saling menguatkan, dan mempertebal sinergitas. Kita memiliki potensi sumber daya yang sangat besar, namun kekuatan itu harus dihubungkan melalui kolaborasi yang konkret,” tegas Susena.
Ia menaruh harapan besar agar Kedutaan Besar India dapat menjadi mitra strategis dalam membuka akses informasi, jejaring internasional, maupun peluang pemberdayaan bagi umat Hindu Indonesia.

“Kami berharap Kedutaan Besar India untuk Indonesia dapat lebih banyak membuka akses informasi yang berkaitan dengan Hindu, baik di bidang sosial, budaya, pendidikan, maupun ekonomi. Banyak potensi yang sesungguhnya bisa kita kerjakan bersama secara mutualistis,” lanjutnya.
Ruang lingkup kolaborasi yang disuarakan Puskor Hindunesia mencakup program beasiswa dan pertukaran pelajar/akademisi, seminar serta riset peradaban komparatif, penguatan kapasitas SDM, aksi kepedulian kemanusiaan, pengembangan jejaring UMKM, hingga penyambungan simpul antara komunitas Hindu Indonesia dan India.
Dubes India Sambut Positif, Siapkan Forum Lanjutan di Bali
Inisiatif komunikasi konstruktif yang dibangun Puskor Hindunesia mendapat respons yang sangat positif dari Duta Besar Sandeep Chakravorty. Dubes mengapresiasi keaktifan Puskor Hindunesia dalam merawat nilai-nilai Dharma dan menyatakan komitmennya untuk segera mematangkan agenda tindak lanjut.
“Kami menyambut baik pertemuan ini dan akan segera menindaklanjutinya melalui pertemuan berikutnya yang akan diagendakan dalam kunjungan ke Bali,” tutur Chakravorty.
Sebagai langkah konkret, direncanakan sebuah forum lanjutan yang memadukan peran Konsulat Jenderal India di Bali, jajaran Puskor Hindunesia, serta tokoh-tokoh dan diaspora komunitas India di Bali. Forum ini diharapkan menjadi ruang strategis untuk memperdalam saling pengertian (mutual understanding), memetakan potensi sinergi lintas bidang, serta merumuskan cetak biru program kerja bersama demi memperkuat fondasi kebudayaan dan peradaban kedua bangsa.
Titik Temu Penguatan Ekonomi Umat dan Investasi
Di samping isu peradaban dan kemanusiaan, pertemuan di kawasan Ubud ini turut membedah peluang koordinasi di bidang ekonomi dan investasi. Dubes Sandeep Chakravorty membuka ruang sinergi yang luas dengan Puskor Hindunesia terkait peluang investasi dan penguatan perekonomian keumatan di Indonesia.
Bagi Puskor Hindunesia, agenda pemberdayaan ekonomi merupakan pilar integral organisasi yang bergerak secara simultan dengan pelayanan spiritual. Hal ini terefleksi dari berjalannya program GEMA Satwika untuk pembinaan dan jejaring kewirausahaan umat, serta program filantropi Ketipat Puri yang menopang aksi kemanusiaan dan pendidikan secara berkesinambungan.
Agenda ekonomi ini sejalan dengan dinamika bilateral 2026, di mana Pemerintah India aktif memperluas penetrasi perdagangan dan investasi di Indonesia. Keterlibatan komunitas keumatan seperti Puskor Hindunesia diyakini mampu menghadirkan pendekatan ekonomi kerakyatan yang menyentuh akar rumput.

Transformasi Romantisme Sejarah Menjadi Manfaat Nyata
Menutup keterangannya, Ida Bagus K. Susena mengingatkan bahwa keterikatan masa lalu nusantara dengan anak benua India tidak boleh berhenti pada romantisme sejarah semata. Tantangan zaman menuntut agar warisan peradaban itu diartikulasikan menjadi solusi kontemporer yang relevan bagi generasi muda.
“Indonesia dan India memiliki jalinan peradaban yang luar biasa panjang. Tantangan kita hari ini adalah mentransformasikan kedekatan sejarah itu menjadi kerja sama nyata yang berdampak langsung bagi kemaslahatan masyarakat saat ini dan generasi masa depan,” pungkas Susena.
Puskor Hindunesia menyatakan kesiapannya untuk berdiri di garis depan sebagai simpul konektor, mempertemukan segenap potensi sumber daya Hindu Indonesia dengan berbagai institusi, kalangan akademisi, filantropis, dan pelaku usaha di India demi kejayaan peradaban Dharma yang inklusif dan berkelanjutan.
FAQ – Pertanyaan Umum
Pertemuan berlangsung di Hotel Asiwa Swiss-Bell Inn Resort, Tegalalang, Ubud, Gianyar, Bali, mempertemukan Ketua Umum Dekornas Puskor Hindunesia Ida Bagus K. Susena dengan Duta Besar India untuk Indonesia H.E. Sandeep Chakravorty.
Pembahasan difokuskan pada penguatan jembatan peradaban Indonesia–India, peluang kerja sama program pendidikan dan beasiswa, kajian kebudayaan, pelayanan sosial-kemanusiaan, hingga peluang investasi serta penguatan ekonomi umat melalui UMKM.
Duta Besar India menyambut positif inisiatif ini dan merencanakan forum dialog lanjutan di Bali yang akan melibatkan Konsulat Jenderal India di Bali, Puskor Hindunesia, serta tokoh-tokoh dan komunitas diaspora India di Pulau Dewata.
Puskor Hindunesia memiliki program seperti GEMA Satwika (jejaring wirausaha) dan Ketipat Puri (kegiatan sosial-kemanusiaan dan pendidikan), yang dinilai selaras untuk disinergikan dengan program kerja sama bilateral dan akses jejaring internasional bersama Kedubes India.